BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.Devinisi Kebakaran
Bahaya kecelakaan, kebakaran, peledakan atau pencemaran lingkungan akibat proses kerja merupakan hal yang sangat mungkin terjadi bagi perusahaan yang bergerak dalam bidang pengusahaan gas . Peristiwa kebakaran adalah suatu reaksi oksidasi eksotermis yang berlangsung dengan cepat dari suatu bahan bakar yang disertai dengan timbulnya api atau penyalaan (Depnaker). Definisi umumnya adalah suatu peristiwa terjadinya nyala api yang tidak dikehendaki, sedangkan defenisi khususnya adalah suatu peristiwa oksidasi antara tiga unsur penyebab kebakaran. Selain itu peristiwa kebakaran adalah syatu reaksi yang hebat dari zat yang mudah terbakar dengan zat asam (behavior of fire/sjs/07).
2.2.Konsep Trerjadinya Kebakaran
Pada umumnya timbulnya api diawali dengan munculnya campuran antara bahan atau material yang siap untuk terbakardengan oksigen pada perbandingan yang tepat, dimana selanjutnya campuran ini mendapatkan sumber penyalaan yang cukup maka dalam waktu yang singkat akan timbulah api (Taryono, 2000). Pada dasarnya api sendiri terdiri dari 3 unsur dasar yaitu :
A. Bahan bakar
Bahan Berdasarkan sifatnya bahan bakar dapat dibagi atas 3 kelompok yaitu :
· Bahan bakar padat : kayu, kertas dan lain-lain.
· Bahan bakar cair : minyak bumi, bahan pelarut.
· Bahan bakar gas : LNG dan LPG
Bahan bakar yang bias terbakar jika kontak dengan energi panas adalah bahan bakar yang mengandung unsur-unsur magnesium, titanium, sulfur dan kebanyakan senyawa yang mengandung unsur-unsur karbon, hidrokarbon, oksigen dan nitrogen (khusus oksigen dan nitrogen bukab bahan bakar). Senyawa hidrokarbon mempunyai susunan unsur hydrogen dan unsur karbonyang mempunyai variasi bentuk dari gas, cair maupun padat.
Contoh hidrokarbon dalam bentuk cair dan gas yang semua mengandung hydrogen dan carbon :
· Methane (CH4)
· Ethane (C2H6)
· Prophane (C3H8)
· Butane (C4H10)
· Gasoline (C5H12)
B. Zat asam arang (oksigen)
Oksigen adalah unsur alam yang terbanyak, kira-kira 21% volume udara, 90% berat air laut, 50% berat kerak bumi dan 60% berat tubuh manusia terdiri dari unsur tersebut. Untuk mendukung proses kebakaran (api) diperlukan oksigen antara 10% - 20% volume udara (athar yusuf, 2007).
Pada beberapa reaksi kimia untuk terjadi proses kebakaran tidak diperlukan oksigen karena pada proses reaksi zat tersebut sudah cukup oksigen sehingga proses pembakaran dapat terjadi. Zat tersebut dis ebut zat pengoksida (oxidant agent), misalnya: hydrogen peroxide, ozone, nitrat, clorat, perchlorat perotide. Oksigen itu sendiri tidak bias terbakar, akan tetapi menjadi factor pendukung dalam proses perubahan. Kandungan oksigen yang tinggi akan menaikan panas pembakaran dan oksidasi.
C. Sumber Panas
Panas merupakan salah satu unsur yang dapat menyebabkan bahaya kebakaran. Dengan adanya panas, maka suhu suatu benda dapat mengalami kenaikan. Adapun sumber-sumber panas diantranya :
· Eneri kimia
Salah satu contoh sumber panas yang berasal dari reaksi kimia adalah pemanasan spontan yang terjadi pada reaksi oksidasi beberapa bahan organic, reaksi oleh bakteri pada bahan organik.
· Energi Listrik
energi lisrik disebabkan oleh panas yang cukup tinggi, sehingga menhasilkan sumber penyalaan yang cukup tinggi. Misalnya: bocoran arus listrik, listrik statis, busur listrik, petir atau kilat.
· Energi mekanik
Energy panas dari proses mekanik dapat dissebabkan oleh gesekan dua bahan yang sifatnya menahan panas, misaknya: batu gosok atau kayu kering, gesekan dua jenis logam yang mengandung fe dan lain.
· Energi nuklir
Energy panas yang sangat besar dapat dihasilkan dari inti atom (nucleus), karena penembakan oleh energy partikel. Tenaga nuklir dapat dikeluarkan dalam bentuk panas, tekanan dan radiasi. (Tri Harso, 2007).
Beberapa unsur dialam yang dapat menghasilkan nuklir disebut radio isotop, misalnya: uranium, plutonium, atau radium.
· Reaksi pembakaran berantai
Reaksi kimia pada proses pembakaran yang normal menghasilkan beberapa zat, diantaranya: CO, CO2,SO2, asap dan gas.
Raksi lain yang dihsilkan adalah atom bebas, oksigen dan hydrogen yang disebut radikal, yaitu bentuk hydroxyl (symbol OH).
Bila ada dua gugus OH, pecah menjadi H2O dan radikal bebas O.
(2OH 2H2O + O radical).
O radical ini selanjutnya sebagain umpan lagi pada proses pembakaran sehingga disebut reaksi pembakaran berantai.
Dari 3 unsur dasar yang saling terikat satu dengan yang lain yang disebut sebagai segitiga api atau fire triangle, yaitu: Panas, oksigen, dan bahan bakar. Dengan ditambahnya reaksi kimia berantai yang terjadi antara ketiga unsur tersebut, maka terjadilah api yang menyala. Unsur-unsur ApiUntuk mudah mengingatnya digambarkan dalam bentuk segitiga api.
(Gambar 1.)
2.3.Sumber Penyebab kebakaran
Sumber penyebab kebakaran merupakan suatu hal dapat menimbulkan kebakaran.
2.3.1. Api
Definisi dari Api menurut National Fire Protection Association (NFPA) adalah suatu massa zat yang sedang berpijar yang dihasilkan dalam proses kimia oksidasi yang berlangsung dengan cepat dan disertai pelepasan energi/panas. Timbulnya api ini sendiri disebabkan oleh adanya sumber panas yang berasal dari berbagai bentuk energi yang dapat menjadi sumber penyulutan dalam segitiga api. Contoh sumber panas:
1. Bunga api listrik dan busur listrik
2. Listrik statis
3. Reaksi Kimia
4. Gesekan (friction)
5. Pemadatan (compression)
6. Api terbuka (Open Flame)
7. Pembakaran Spontan (spontaneous combustion)
8. Petir (Lightning)
9. Sinar matahari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar